Boleh percaya atau tidak. Konon orang gunung pusing memikirkan anak perempuannya apabila mereka telah beranjak dewasa (versi mereka adalah ± 14 tahun) tetapi belum menikah.

Waktu di minggu-minggu pertama jadi dokter puskesmas, saya sempat kaget dan hanya bisa tersenyum. Saya beberapa kali menemui hal menggelikan.

Setting : poli umum puskesmas
“ading ikam nih apa nang diarit” (apa yang adikmu keluhkan?), kataku sambil memeriksa konjungtiva mata bayi yang tengah direbahkan perempuan muda itu.
“ini lain ading ulun pa ai… ini anak ulun”, (pak, ini bukan adik saya, tapi anak saya), kata perempuan muda itu.
“ astaga !!!,. Perempuan muda itu kutebak paling berusia 14 tahunan.

-***-
pagi di mandiangin
“Oknum” orang gunung konon memiliki trik licik untuk mendapatkan calon pendamping pasangan bagi putrinya. Disamping itu juga, mereka pun ingin putrinya mendapatkan suami yang berasal dari orang yang berpendidikan tinggi atau berpenghasilan tetap, kalau bisa keren tentunya. Pilihan itu mungkin tidak jauh-jauh dengan sosok polisi atau pegawai negeri sipil, atau profesi lain yang pakaian sehari-harinya berpakaian selalu rapi. Bisa juga yang acak-acakan, asal dia bos batubara atau bos karet.wuehehe.

Konon, seorang PNS pernah masuk perangkap. Berawal dari kenalan dengan seorang cewek gunung saja. Kemudian acara itu berlanjut dengan mengantarkan cewek itu pulang ke rumah. Saat diantar di depan rumah, orang tua si cewek melihat si PNS itu. Betapa gagahnya PNS itu dengan seragam dinasnya.

Rencana pun disusun, strategi ditentukan dengan rapi. Kali ini si PNS yang sore itu bertemu lagi dengan cewek itu di jalan, ia kembali mengantarkan “bunga gunung” itu pulang ke rumah. Singkat cerita, Si PNS disuruh turun dari sepeda motor dinas dan diajak mampir sebentar di rumahnya. Kala itu azan magrib berkumandang, si PNS jadinya berniat menunggu selesai azan magrib dulu, baru mau pamit pulang.

Tapi sesaat mau pulang, tampak di depan ruang tamu sudah berbondong-bondong warga datang dan suasana pun berubah seperti layaknya adegan sinetron.Mereka berakting bahwa si PNS sudah berbuat “berlebihan” dengan si bunga gunung. Padahal, si PNS sendiri tidak berbuat apa-apa. Malam itu juga mereka DINIKAHKAN.

Lama sudah jari-jari tangan ini tidak mengetik postingan di blog. Selain karena kesibukan, jujur saya sempat kesal karena beberapa postingan saya telah diplagiat oleh sebuah blog pribadi beralamat di http//:www.idmgarut.wordpress.com. Rupanya memang tidak enak rasanya karya cipta sendiri dibajak orang lain. Blog tersebut sempat saya peringatkan beberapa kali tapi pemiliknya tetap tak bergeming.

Setelah kurang lebih enam bulan mengabdi di rumah sakit pemerintah, Panglima Sebaya Tanah Grogot, Kalimantan Timur, saya pun akhirnya “hijrah” dan melanjutkan petualangan. Kali ini, kedua kaki saya melangkah ke Kalimantan Selatan, tepatnya ke Kabupaten Tapin.

1-rantau

Adapun sejak tanggal 1 Juni lalu, saya akhirnya resmi menjadi dokter PTT Pusat.. Saya menjalani kontrak dengan Depkes terhitung sampai tanggal 30 mei tahun depan. Tempat saya bekerja adalah puskesmas Kecamatan Piani, sebuah kecamatan yang memerlukan waktu hampir satu jam untuk mencapainya dari kota Rantau, ibukota Kab. Tapin. Selain Piani, Kab. Tapin juga memiliki beberapa kecamatan dengan kategori sangat terpencil, diantaranya Margasari, Hatungun, Salam Babaris dan lain-lain.
2-rantsu6

Dari Rantau, jalan menuju ke Kec. Piani sungguh sangat berliku-liku dan cukup melelahkan. Hampir ± 30 % jalan rusak berat, walaupun sudah diaspal. Perjalanan pun akibatnya semakin lama ditempuh.
3-piani

Namun, karena kanan kiri banyak terlihat gunung dan bukit, maka perjalanan menjadi cukup mengayikkan ditambah dengan sejuknya hawa pegunungan selama perjalanan. Menyatunya dahan-dahan pepohonan hutan dikiri dan kanan jalan, membuat seolah-olah jalan tersebut mirip terowongan.
4-piani1
5-piani
6-piani

Akan tetapi ternyata tidak semua gunung dan bebukitan yang berada disamping jalan ini menghijau, diantaranya terlihat beberapa bukit yang sudah gundul dan gersang akibat eksploitasi manusia untuk mengambil batu bara, tanah maupun batu gunungnya.
7-piani

Saya tidak bisa membayangkan nasib kecamatan ini beberapa puluh tahun kemudian, jika kegiatan tersebut terus menerus dilakukan tanpa memperdulikan aspek kelestarian dan reklamasi lingkungan. Memang sebagian bukit dan gunung yang telah gersang itu kini telah ditanami dengan ribuan pohon-pohon karet.

Masyarakat Piani sebagian besar adalah suku dayak, ditambah dengan suku banjar dan suku jawa sebagai warga pendatang. Mereka umumnya bermata pencaharian sebagai petani karet, atau bahasa banjarnya “penoreh”. Mereka pun memiliki hutan karet antara 100 pohon sampai beberapa ratus pohon karet, yang terus dipanen getahnya setiap hari.

9

Tetapi ada juga warga Piani yang menjadi buruh pemecah batu gunung atau pedagang. Sampai-sampai pernah ada kasus pecahan batu gunung yang nancap ke mata pasien. Menurut salah satu sumber, harga karet per kilogramnya kini berkisar ± Rp.5000. Pendapatan mereka pun terbilang pas-pasan. Banyak rumah-rumah mereka yang bangunannya terbuat dari bambu serta tidak memiliki jamban yang layak.

10
Fasilitas sekolah di kecamatan ini pun hanya sampai jenjang SMP, untuk melanjutkan ke tingkat SMA, maka remaja Piani harus bersekolah “turun gunung” ke kota Tapin.

Akibat mayoritas masyarakat hidup dari bertani karet, otomatis puskesmas Piani pun terkadang sepi saat pagi hari. Maklumlah saat itu mereka menggunakan waktu pagi untuk bekerja “menoreh” ke hutan karet.

Namun, menjelang siang dan sesaat sebelum waktu salat zuhur, barulah mereka beranjak pulang, dan diantaranya ada yang mengunjungi puskesmas. Hari rabu adalah hari paling “ramai” puskesmas didatangai pasien. Maklumlah hari itu adalah hari pasar, semua warga yang berasal dari gunung pun “turun gunung”. Akibatnya kunjungan ke puskesmas rata-rata mencapai 40-50 pasien.
12
Beruntunglah, di desa Miawa, ibukota kecamatan Piani kini memiliki akses listrik. Padahal ada empat desa dari total delapan desa di wilayah kecamatan Piani yang belum tersentuh aliran listrik sampai hari ini.

Sekedar diketahui untuk menempuh perjalanan menuju desa Begandah, desa Belawaian, desa Batung atau desa Harakit, maka kita pun harus memutar langkah terlebih dahulu menuju kabupaten tetangga, yaitu kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), selama ± 2,5 jam perjalanan atau menempuh jarak ± 97 KM.
peta
Ini dikarenakan akses jalan yang sangat buruk di Piani. Jalan yang menghubungkan Piani dengan tiga desa tersebut putus hampir 80%, sehingga mobil pun tidak bisa melintas disana. Musibah tanah longsor di tahun 2008 telah meruntuhkan akses jalan dari Desa Miawa ke desa Harakit.
15

Namun, salah satu operator seluler terbesar di tanah air pun kini membangun BTS di desa Miawa. Imbasnya penduduk sekitar pun lambat laun gaya hidupnya akan berubah. Kesan terkebelakang pun bakal tersingkirkan.
Semoga Piani semakin maju!!!..Semoga masyarakat Piani semakin sehat.
16

Ada komentar?

Benarkah urang banjar itu jorok?
Benarkah urang banjar gemar berkelahi dan tusuk-tusukan?
Benarkah urang banjar suka kebut-kebutan?
Benarkah urang banjar gemar dugem?
Benarkah urang banjar gemar bunuh diri?

Yeah, saya tidak tahu jawaban dari pertanyaan itu, karena mungkin sampai sekarang belum pernah ada orang yang tertarik menelitinya….
Tetapi, setidaknya dari analisa saya sebagai seorang dokter muda… saat saya menjalani pendidikan koass (tahun 2006-2008) di RSUD Ulin Banjarmasin,…sempat terbersit beberapa pertanyaan demikian.

open

Begini ceritanya…

Di ruang perawatan penyakit Anak rumah sakit, cukup sering ditemui kasus-kasus malnutrisi, diare, thypus dan penyakit-penyakit infeksi lainnya. Kesemuanya mungkin bersumber dari buruknya sanitasi serta kurangnya perhatian dan kasih sayang para orang tua. Kenapa?!?.. Karena kalau anak sudah sakit, siapa lagi yang dapat disalahkan selain orang tua mereka? Merekalah yang memberi nutrisi ke anaknya. Merekalah yang memberikan air minum yang boleh jadi telah tercemar bakteri penyebab diare dan thypus. Pikiran saya pun langsung teringat dengan coklatnya warna air sungai Martapura.
Anak adalah amanah dari Tuhan.

Di ruang perawatan Bedah, cukup banyak pasien yang datang ke IGD dengan keluhan luka tusuk akibat perkelahian. Ada yang bilang tidak afdol rasanya kalau tidak membawa pisau saat berjalan keluar dari rumah. Ada apa ini?!?… Bau alkohol terhirup menyengat hidung saat saya memeriksa pasien. Apa yang terjadi kalau mereka meninggal dalam keadaan mabuk. Naudzubillah…

Dulu, lebih dari tiga kasus kecelakaan bermotor saya temui setiap kali saya jaga malam di IGD. Inikah bukti urang banjar itu kada pemaasian?!? Atau tidak taat peraturan berlalu lintas?!?Senangnya mengebut, berjiwa pembalap atau gemar melanggar lampu lalu lintas?!?..

Saat saya koass di bagian Penyakit Dalam, saya menemukan beberapa kasus keracunan organofosfat (yang sering diminum adalah obat nyamuk bakar), korbannya justru dari kalangan pelajar perempuan SMP, SMA sampai mahasiswa. Saya terhenyak dan prihatin. Sungguh begitu rendahkah kadar iman kekanakan banjar sekarang?. Kok mau bunuh diri. Perhatian abah wan uma sangat perlu dalam mengawasi pergaulan anaknya. Jangan biarkan mereka pulang ke rumah larut malam bahkan hingga dinihari
Last, walaupun jarang, kasus yang tak kalah mengkhawatirkannya adalah kasus overdosis narkoba, dimana korban sebelumnya mengaku tengah asyik dugem.

semua ini pasti hanyalah oknum urang banjar !!!!!..
Akan tetapi, bila para oknum dikumpulkan satu persatu, maka mungkin jumlahnya cukup banyak juga.

Mudah-mudahan postingan ini bisa jadi bahan renungan.
Sungguh,tidak ada maksud saya untuk menggeneralisasi urang banjar. Urang banjar sejatinya dikenal sebagai masyarakat religius yang berbudaya, taat dengan peraturan dan hukum-hukum agama.
Mudah-mudahan kita bisa menjadi lebih baik, taat peraturan dan selalu rajin beribadah. Ayo berubah !!!…

Lantas, apa sih yang bisa kita banggakan dari Banjarmasin?

kamar….
bukan hanya tempat untuk sekedar melepaskan pakaian….
bukan sekedar tempat untuk makan, tidur,dan buang air….
bukan sekedar tempat untuk belajar …
bukan sekedar tempat untuk beribadah …
bukan juga tempat yang baik untuk menyimpan helm…

kamar-koass

Beberapa waktu yang lalu Tim Bantuan Medis Calamus scriptorius FK UNLAM dengan dibantu oleh KSR dan organisasi-organisasi Mapala di lingkungan UNLAM menggelar kegiatan pengabdian masyarakat berupa sunatan massal. Kegiatan ini juga dimaksudkan sekaligus untuk memeriahkan perayaan Dies natalis “Emas” Universitas lambung mangkurat.
1
Adapun tempat pelaksanaan kegiatan tersebut digelar tepatnya di Desa Tanuhi, kecamatan Loksado Kab. Hulu Sungai Selatan.
21
Kurang lebih 100an anak berusia 6-12 tahun mengikuti acara “pemotongan kulit burung” ini. Dan, tanah Tanuhi pun berdarah…. isak tangis anak kecil meronta-ronta membahana. Gunting bedah tetap tak memperdulikan teriakan mereka

3
Hari Jumat,tepat pukul 09.00 pagi, Bapak Rektor UNLAM resmi membuka rangkaian acara. Acara sunatan massal sendiri dilakukan di ruang kelas SDN Tanuhi yang sudah disetting sehari sebelumnya.
41
5
class=”aligncenter size-full wp-image-224″ />
81

Karena rangkaian kegiatan memakan waktu beberapa hari, maka“orang-orang penting” civitas akademika UNLAM pun menginap di cottages Tanuhi. Sedangkan para mahasiswa, terpaksa sebagian ada yang membuat tenda-tenda kecil di sekitar Cottage Tanuhi.
11
12
Pemandangan alam Tanuhi benar-benar cukup eksotis, rasanya cukup betah untuk tinggal berlama-lama disana. Apalagi saat berenang di kolam renang air hangat, bersantai di mini cafe sambil menikmati kopi atau bermain tenis dilapangan tenis yang disediakan di sebelah barat cottages. Overall…Objek wisata ini benar-benar cukup bersih dan tertata.
111
13
14
Hari minggu sore kami memutuskan pulang ke Banjarbaru, namun tak lengkap kiranya kalau kami tidak membawa oleh-oleh dodol “asli” Kandangan dan menyantap lezatnya ketupat Kandangan.

17
20
19
Kandangan cing ai !!!!

Dua hari setelah sepeda motor “Smash” yang dikirim dari Banjarmasin tiba di Tanah Grogot, Jumat kemarin mulailah “keluyuran” mengelilingi tepi kota “Buen Kesong” ini. Pagi itu tujuan saya dan kak Surya adalah ke arah selatan dari kota, tepatnya ke desa Pondong Baru, suatu kawasan yang terletak di pesisir pantai yang hanya berjarak ± 30 menit dari kota. Sepeda motor “nyantai” 60 KM/jam.1-copy
Setelah sampai, panasnya udara pantai benar-benar terasa. Di desa Pondong sebagian besar masyarakatnya hidup dari melaut.

2
Kami telat datang, pasar tradisional tempat jual beli ikan, kepiting, udang, kerupuk dan lain-lain yang serba berbau laut di kawasan padat penduduk itu sudah sepi. Kata para penduduk, pasar ramai tidak tentu, biasanya saat subuh dan tentunya juga saat kapal yang membawa banyak ikan dari laut sampai ke daratan. Sehari-harinya, para penduduk setempat melaut menggunakan perahu tradisional. Disana harga ikan dll dijual sangat murah, namun sayang saya belum sempat membuktikannya.


Setelah dari sana, saya menuju ke tempat nongkrong remaja Tanah Grogot (baca: tempat orang pacaran-red), tetapi saya belum beruntung, karena pagi itu tempatnya masih sunyi, lain hal mungkin jika saya datang waktu sore hari apalagi hari minggu.
8
10
Pemandangan laut mungkin tentunya bakal membuat para pasangan yang lagi memadu kasih jadi betah berlama-lama disana. Adanya rumah makan, tempat duduk dan kayu disekeliling tepi pantai semakin mendukung suasana santai. Rayuan dan inspirasi pun akan timbul dengan cepat ketika melihat debur ombak dan tiupan angin laut.
“ lihatlah samudera yang membentang luas ini, cintaku kepadamu lebih besar dan lebih dalam dibanding semua ini”….
73
101

Kita harus belajar memaknai sakit. Banyak pelajaran yang dapat kita ambil saat berada di rumah sakit, setidaknya dengan melihat banyak pasien kita bisa merenung sesaat.

Sakit itu nikmat ….
Sakit mungkin adalah anugerah Allah SWT untuk menjaga kita. Saat kita sehat, mungkin terlalu banyak waktu yang telah kita buang untuk berbuat dosa serta lupa menyembah-Nya. Dengan diberikannya sakit, kita tidak bisa lagi pergi ke tempat maksiat dan mengerjakan perbuatan keji dan munkar.
pasien
Sakit itu peringatan….
Sakit mungkin adalah salah satu cara Allah SWT untuk mengingatkan dan menegur kita…. supaya kita bisa kembali taat beribadah kepada-Nya.. Boleh jadi saat sehat, kita lupa kepada-Nya. Kita lupa akan nikmat-nikmat yang telah diberikan-Nya.
dsc03444
Sakit itu ujian ….
Sakit mungkin sebuah ujian dari Allah SWT. Saat kita sakit, kadar keimanan kita tengah diuji-Nya. Apakah saat sakit ini kadar keimanan dan ketakwaan kita tetap sama dengan saat kita sehat? Atau menurun?. Apakah dengan sakit, kita pun jadi bermalas-malasan mengingat-Nya?
hecting-di-igd-blog
Sakit itu Azab ….
Sakit mungkin sebuah azab “kecil” dari Allah SWT, karena Dia murka kepada kita, karena kelakuan buruk kita yang telah banyak melakukan dosa-dosa. Dengan diberikan sakit, kita tidak dapat berbuat dosa lagi. Saat itu kita harusnya menyadari, dosa-dosa apa yang telah kita perbuat saat sehat.

Sungguh, kita harus menyadari dan intropeksi diri…kenapa Allah SWT sampai memberikan sakit ke kita..
main-domino-pake-helm-copy
Maka, pergunakanlah waktu sehat kita sekarang sebelum datang waktu sakit kita… dan janganlah kita buang waktu kita dengan mengerjakan perbuatan sia-sia……
cerianya-anak
Wallahualam ….

Tanah Grogot, 04 Maret 2009

Gua Tengkorak. Dari namanya terbayang sebuah gua yang bentuknya mirip sebuah tengkorak dan bisa jadi sangat mengerikan. Gua tengkorak merupakan salah satu objek wisata yang ada di Kab. Paser Kalimantan Timur. Dan Senin siang kemarin, tanggal 23 Februari 2009, kami berempat (saya, dr. Surya, dr. Nata dan Ulis) “bertualang” kesana.
Kami berangkat menggunakan mobil dari tanah Grogot sekira pukul 14.30 WITA dan sampai di Desa batu kajang, Kecamatan batu Sopang sekitar pukul 16.00 WITA. Dari tepi jalan raya, mobil masuk lagi ke menuju jalan kecil sejauh 4 Km.

1-mobi
Sampai disana, perjalanan masih belum berakhir. Kami masih menyeberangi sungai kecil sejauh kurang lebih 300 meter,dengan kedalaman setinggi paha orang dewasa. Setelah itu, kami harus berjalan lagi di lumpur setinggi paha sejauh 50 meter.
2-sulitnya

3-lumpur

Habis dari lumpur, kami pun harus melewati padang rumput dengan pagar kawat keliling. Gua tengkorak seakan-akan diisolasi. Disamping kanan dan kiri, tampak kuburan-kuburan terbuat dari kayu yang usianya sudah sangat tua sekali. Ulis bilang kuburan ini mungkin sudah berusia ratusan tahun.

5-lewatpagar

Aku sempat takut, sempat gak percaya. Perjalanan menuju gua tengkorak benar-benar sangat sulit, tapi kok bisa-bisanya tempat ini dijadikan objek wisata.

6-jembatan
Setelah melewati kuburan, kami harus berjalan di jembatan gantung sejauh kurang lebih 100 meter. Setelah itu barulah Gua Tengkorak terlihat.

7-guanya

Ternyata Gua Tengkorak tidak mirip dengan bentuk tengkorak. Gua mungil dan buntu itu berada di atas gunung, dan untuk menuju kesana kami pun mau tak mau harus menaiki tangga yang terbuat dari kayu setinggi kurang lebih 50 meter.
10-gua
Di dalam gua tengkorak, banyak didapati tengkorak manusia. Hmm..benar-benar mengerikan. Seorang teman di Grogot pernah bilang, dulu ada orang yang mencoba mengambil tengkorak di Gua tersebut, dan baru beranjak beberapa meter dari Gua tersebut, orang itu langsung tewas.
9-plang

Usil amat sih, ngapain juga tengkorak orang diambil.
Baru aku mau pulang dan menaiki mobil, baru orang-orang sekitar kampung cerita kalau Gua tengkorak itu dulunya merupakan tempat pembuangan mayat orang-orang yang tidak dikenal pada masa lalu dan sekarang agak diisolasi. Aihh..sempat takut aku, maklumlah kami banyak banget megang tengkorak dan berfoto-foto dengan tengkoraknya waktu di gua itu tadi..dan pantas banyak sesajen di dalamnya.. (Foto yang ini tidak dipublikasikan)..dr. Surya sendiri malah mau ngambil rokok dan garam yang ada didalam gua..untung sempat kularang. . Jadi ingat film Jelangkung yang aktornya yang diikuti hantu sampai pulang ke kota..
Yang jelas pemandangan hutan, sungai, sawah dan ladang tampak sangat indah terlihat disana, saat kami berada didepan Gua Tengkorak.
11-pemandangan
Puas berada diatas, pukul 18.00 sore, kami memutuskan pulang ke Grogot.
12-para-pendekar

Dan alhamdulillah..sampai hari ini kami belum pernah mendapati hal-hal aneh, setelah pulang dari Gua tengkorak..
Tertarik Kesana????

Setting: ruang IGD RSUD Ulin Banjarmasin, 22.25 WITA, medio Juli 2006

Jaga malam di IGD pada dasarnya memang menyenangkan, kita bertemu dengan para pasien baru setiap harinya. Kejadian menarik, heroik, tragis, memprihatinkan sampai hal-hal lucu dapat terjadi tanpa diduga sebelumnya.
rsulin
Dan, dapat giliran jaga di malam minggu adalah hal yang cukup memberatkan. Betapa tidak, malam minggu seharusnya dapat dimanfaatkan untuk belajar, mengerjakan tugas, beristirahat atau menghabiskannya dengan orang yang kita cintai. Dan, malam itu ada pelajaran tentang kematian, cinta, cemburu dan hebatnya sebuah bujuk rayu lelaki.

***

Malam itu arlojiku sudah menunjukkan jam 10 lewat 25 menit. Dari luar IGD mendadak, portier mendorong ranjang yang diatasnya terbaring perempuan muda dengan mulut berbuih dan sesak napas. Dari wajah dan rambutnya yang pendek, gadis tersebut boleh kukatakan “sedikit” mirip dengan selebritis Nirina Zubir, (walaupun warna kulitnya jelas beda jauh). Kutebak, gadis itu masih berusia sekira 14-16 tahunan. Ranjang pun berhenti kurang lebih satu meter disebelah kiri kami berdiri. Dokter jaga IGD dan para perawat pun langsung berhamburan menuju pasien tersebut. Tanda vital pasien kemudian diperiksa dan infus pun dipasang.

Dari wawancara dengan Iyah, kakak kandung gadis itu, akhirnya kuketahui bahwa sebelumnya pasien bernama (sebut saja) Aluh tersebut ada riwayat memakan obat nyamuk bakar dan muntah-muntah di dalam kamarnya. Hal ini tampak setelah di dalam kamar Aluh tersebut banyak terdapat potongan obat nyamuk bakar yang berserakan. Latar belakang masalah ini pun dicurigai adalah masalah asmara, dimana si Aluh ini pernah bercerita pada Iyah kalau beberapa jam sebelumnya dia sempat memergoki pacarnya (sebut saja) Anang yang tengah asyik makan siang berduaan dengan seorang perempuan di warung makan ternama di kawasan Kayu tangi Banjarmasin. Dari pemeriksaan fisik yang kulakukan, nadi Aluh teraba sangat lambat, pupil matanya pun tampak sangat kecil. Hidungnya kembang kempis kesulitan bernapas. Karena tampak sangat sesak, selang oksigen pun akhirnya kami pasangkan ke hidungnya.
fotoilustrasi-sepiring-obat-nyamuk

Singkat cerita diagnosis kerja Aluh adalah intoksikasi (keracunan) organofosfat. Penatalaksanaan gawat darurat pun kami lakukan di IGD untuk mengeluarkan racun yang masih tersisa, yaitu melalui kumbah lambung memakai air susu dan pemberian suntikan sulfas atropin beberapa kali. Selang NGT ke lambung pun aku pasang melalui hidung Aluh. Melihat wajah yang mirip dengan Nirina zubir, rasa kantuk dan lapar perutku ini serasa lenyap. Observasi pengukuran nadi, tekanan darah serta diameter pupil perlimabelas menit yang diinstruksikan oleh dokter IGD pun kukerjakan dengan senang hati dan tanpa kenal lelah. Tiga puluh menit setelah itu keadaan umum Aluh mulai membaik.

***

Mati. Mungkin kata itu yang ada di benak Aluh. Semua telah berakhir. Buat apa hidup ini terus dijalani, bila semua janji telah dikhianati.
Brakk!!!… Pintu IGD kembali terbuka. Sedetik kemudian, berlari seorang lelaki kurus bertinggi kurang lebih 160-an sentimeter. Setelah sempat bingung dan celingak-celinguk, ia kemudian berjalan mendekat menuju ranjang para pasien penyakit dalam yang masih dalam tahap observasi. Langkah kakinya mendekati aku yang masih berdiri disamping tiang infus Aluh. Wajahnya tak terlihat jelas, sampai saat dia melepas helm standarnya di depan ranjang Aluh.

“Anang!!!..” ujar Iyah pelan,
Busyet!!!..Astaga!!… lelaki berambut gondrong memakai kaos ketat bersablon logo S nya superman ditambah celana jeans berwarna biru yang robek dibagian lutut kiri inikah Anang? Inikah sang arjuna idaman hati yang sudah mengaduk-aduk hati Aluh?!? ..Aku sempat melongo beberapa saat.
Apa kehebatan Anang sehingga Aluh menaruh kepercayaan kepadanya?…
Apa kehebatannya? Ah, pasti tidak ada…
biasa aja kalee….Teriakku dalam hati.
igd-ilustrasi
Sedetik kemudian egoku langsung menjulang tinggi. Tuh cowok jauh masih kerenan aku. Sedikit narsis…hehe. Tapi kenyataannya memang demikian, setidaknya hal itu yang dibisikkan dokter jaga IGD saat itu kepadaku sambil tersenyum licik. Apa maksudnya nih?!?. Balik ke cerita…

Anang pun lantas memegang tangan Aluh. Aluh yang masih lemah berusaha melepaskan tangan Anang. Iyah pun tak tinggal diam. Dengan paksa, Iyah membantu Aluh melepaskan tangan anang. “ Handak beapa lagi ikam kesini?!? Keluar sana gin… Nah, lihati..gara-gara ikam, parak adingku mati” (Mau apa lagi kamu kesini, cepat keluar sana, lihat.. gara-gara kamu hampir adikku mati) teriak Iyah sambil menangis. “Nah, puas kalo ikam sudah melihatku mati?!?” (Nah, kamu puas kan melihat aku mati) kali ini Aluh ikut-ikutan berteriak. Sontak, semua mata yang ada di ruangan IGD pun tertuju kearah mereka.
“Mirip film india” sayup-sayup terdengar suara perawat yang berdiri dibelakangku sambil tertawa geli.

Dan selanjutnya apa yang terjadi di IGD malam itu pun tak ubahnya dengan adegan tangis-tangisan di sinetron remaja yang kini lagi ngetrend di teve.

Dengan berbicara lantang dan berapi-api, Anang pun meyakinkan Aluh dan Iyah bahwa wanita yang diajaknya makan waktu sabtu sore itu adalah sepupunya yang baru saja tiba ke Banjarmasin, yang baru dijemputnya dari terminal pal 6. Anang pun mungkin sudah kehilangan urat malunya saat ia menghiba-hiba dengan menebarkan rayuan dan janji untuk selalu setia dunia akhirat dengan Aluh. Tanpa terduga, hati aluh akhirnya luluh tatkala tangan kiri Anang menggandeng pundak Aluh.
“Cinta dan sayangku ini hagan ikam haja ding ai“ (cinta dan sayang ini hanya untuk adik seorang saja), bisik Anang sambil tersenyum.. Sebuah senyum licik yang ternyata merupakan senyum kemenangan.
Aluh, jangan percaya…jangan percaya… jangan percaya.. teriakku dalam hati.

Tak disangka, gigihnya perjuangan Anang itu pun akhirnya mendapat tepuk tangan semua orang yang ada di IGD malam itu. Sungguh, malam minggu yang benar-benar mengesankan.

Sedetik kemudian, akhirnya baru aku sadari. Itulah kehebatan anang yang tak kumiliki….

Tanah Grogot, 16 Februari 2009, pukul 20.22 Wita

Foto ini diambil dari sebuah warung kecil di Jln Cipto Mangunkusumo, tanah Grogot Kab. Paser , Kalimantan Timur. Warung ini punya pak RT, dan lokasinya tepat berada di samping kiri RSU Panglima Sebaya. Mungkin pak RT seharusnya menuliskan “Tamu atau warga baru wajib melapor dalam waktu 2×24 jam”…Bukan digabung dengan tulisan warung dst.
warung-pak-erte
Kenyataannya warung tersebut sangat laris diserbu keluarga pasien. Satu porsi nasi campur dihargai Rp.8000,-.

Saat jantung sudah lelah memompa darah …
Saat napas terasa semakin memendek …
Saat malaikat maut bersiap mencabut roh …
Apa yang dapat kita perbuat?!?

Percaya atau tidak …
Sudah puluhan pasien yang pernah kulihat dan kuhadapi saat meregang nyawa, baik itu di IGD ataupun ruang perawatan… tak satupun lidah mereka sanggup mengucapkan kata-kata “Laa ilaha illallah” atau syahadat… walaupun disekelilingnya serta disebelah kanan kirinya… para sanak keluarganya sudah sekuat tenaga membisiki dan mengajarinya untuk mengucapkan lafal itu.
Khusnul khatimah kah matinya?
Atau bukan Khusnul khatimah?
Hanya itukah parameternya? … Wallahu alam…
Siapa tahu, didalam hatinya dia bisa menyebut kata-kata itu…
***
ilustrasi-kamar-igd
“ Senapanku..Senapanku mana” salah satu pasienku pernah mengucapkan kata-kata itu diakhir hayatnya. Aku juga bingung kenapa dia berulang kali menyebut nama itu.. selepas itu, jantungnya berhenti berdetak, padahal isak tangis istri dan anaknya yang sudah pasrah, berulang kali membisikkan kalimat tahlil itu di telinga bapaknya. Konon, sehari-harinya almarhum adalah pemburu. Karena kelalaiannya, pahanya tertembak, dan peluru dari senapan rakitan itu menembus dari atas lutut kirinya sampai menembus ke dalam rongga perutnya. ‘Internal Bleeding et causa Vulnus sclopectorum”
Ada banyak lagi kata-kata yang aneh yang sering diucapkan orang sebelum dia meninggal. Ada yang berteriak “uang…uangku.. uangku…”, menyebut salah satu hobi, nama anggota keluarga, atau bahkan hanya bisa diam …
Apakah pekerjaan dan amal perbuatan yang sering kita lakukan setiap hari didunia ini akan mempengaruhi saat-saat sekarat kita? Apakah hal itu akan tergambar saat menjelang ajal kita? Kata-kata apa yang keluar dimulut kita saat menjelang ajal?
Mudah-mudahan hal ini bisa menjadi renungan bagi kita.
Wallahualam …

Perkelahian atau pertarungan antar preman di jalan raya atau di depan gang mungkin sudah biasa terjadi, tapi bila sesama preman berkelahi di dalam ruang perawatan pasien di IGD rumah sakit, ini mungkin jarang terjadi. Kejadian ini nyata kualami sewaktu masih menjalani pendidikan dokter muda di sebuah rumah sakit pemerintah di Banjarmasin, tepatnya pada medio bulan Desember 2007.
Malam itu aku yang lagi stase di bagian Bedah tengah dapat tugas jaga IGD. Malam itu aku benar-benar berharap supaya tidak ada pasien bedah yang datang dan berobat ke IGD, intinya supaya aku bisa tidur dan beristirahat. Maklumlah, saat itu aku benar-benar sangat suntuk. Betapa tidak, dalam dua hari terakhir, kemalangan demi kemalangan terus menyertai langkahku di rumah sakit ini. Tak ada sedikitpun senyum yang keluar di mulutku. Mulai dari belum selesainya presentasi laporan kasus, dilabrak dokter spesialis, bertengkar dengan pacar, tertundanya jadwal ujian, bahkan ditambah dengan sejak kemarin aku tidak sempat tidur karena begadang untuk mengerjakan tugas. Tubuhku benar-benar sangat lemah dan perlu istirahat. Koass di bagian Bedah benar-benar sangat melelahkan. Tiap hari kita dapat tugas menjaga IGD. Entah itu malam, siang atau pagi hari.
1_143957312l1
Sekira pukul 02.00 WITA dinihari, terdengar suara nyaring sirene mobil ambulans singgah di depan IGD, rasa kantukku langsung lenyap seketika. Tak lama setelah itu ranjang dorong pasien melaju membawa seorang pasien laki-laki berusia 20 tahunan bersimbah darah dengan pisau yang menancap di sisi kanan perutnya. Keadaan pasien waktu itu sangat mengenaskan. Selain perut, tampak beberapa bekas sabetan pisau di telapak tangan kiri dan dahinya dengan perdarahan yang aktif. Semua hening, yang terdengar hanya teriakan kesakitan pasien tersebut.
Kami dan para perawat IGD pun langsung bertindak cepat dengan segera memeriksa dan mengukur tanda vital pasien. Waktu itu tekanan darah sempat jatuh ke 70/50 mmHg bahkan nadi teraba cepat dan sangat kecil. Selang infus pun kami pasang di tangan kanan dan kirinya sekaligus. Sambil menahan kantuk, kedua tanganku ini terus memeras cairan infus yang berisi Ringer Laktat, sambil berharap cairan ini dapat mengganti banyaknya darah yang telah hilang. Setelah menghabiskan empat flash infus, tekanan darah mulai menaik menjadi 100/70 mmHg, keadaan pasien pun mulai membaik. Setelah kami diperiksa dengan cermat, pasien yang kemudian kami ketahui bernama Nanang ini tidak mengalami luka yang cukup serius, beruntunglah nanang karena dia gendut. Banyaknya lemak diperut mampu menolongnya. Pisau tidak tembus melebihi dinding perutnya, hanya menancap mengenai lemak. Aroma alkohol dapat kurasakan saat wajahku kudekatkan kemulutnya. Hmm..Dewa mabuk kalah bertarung, gumamku dalam hati.
Dari anamnesis/wawancara yang kulakukan dengan Nanang dan teman-temannya yang mengantar, ternyata beberapa saat yang lalu memang benar korban yang sehari-harinya bekerja sebagai tukang parkir di salah satu plaza di Banjarmasin ini terlibat perkelahian. Setelah keadaan stabil, kami pun mulai meng-Hecting (menjahit) luka-luka yang ada di tubuh Nanang. Setelah 30 menit diobservasi, keadaan umum Nanang mulai membaik.
Namun, setelah kami mencuci tangan dan tengah menyelesaikan status pasien, kembali terdengar suara brankar didorong dengan cepat menuju ruang tengah IGD. “ Wah… pasien luka tusuk lagi tuh kayaknya yang datang. ” Kata Sisi, koass teman jagaku malam itu sembari berdiri melihat brankar dari kejauhan. “ Kenapa sih orang Banjar ini senang banget tusuk-tusukan? Dikit-dikit nusuk..” cerocos Beby, koass senior yang jaga malam itu. Aku cuma menahan napas. Benar-benar apes nasib tim koass Bedah malam ini.
Feeling-ku benar, pasien brewokan berumur 30-an ini mengalami beberapa luka tusuk di perut.. tapi beruntunglah lukanya juga tidak tembus mengenai dinding perut, hanya mengenai lemak. Alhamdulillah pikirku dalam hati, karena kalau lukanya tembus mengenai usus, maka otomatis pasien itu bakal dioperasi cito laparotomi malam ini juga. Itu artinya tim koass harus konsultasi dan menelpon dokter spesialis bedah, dokter spesialis anestesi (Bius), para perawat kamar operasi dan memberitahukan kepada anggota keluarganya mengenai rencana operasi. Akupun tentunya harus ikut menyaksikan jalannya operasi sebagai asisten dokter spesialis dan tentunya segera menyiapkan kelengkapan operasi seperti bikin resep, benang operasi dll malam itu juga.
Dengan sisa-sisa kekuatan yang ada, kami berhasil menjahit luka pasien itu. Setelah semuanya selesai, pasien yang akhirnya kuketahui bernama Anas, 37 tahun ini kemudian kami pindahkan ke ruang observasi pasien berdampingan dengan Nanang, namun lokasinya masih tetap di gedung IGD. Nanang sudah tertidur sedang aku masih duduk di meja observasi untuk menyelesaikan pengisian status pasien.
Tiba-tiba dalam sekejap, Anas bangun dari ranjang tempat tidurnya, kemudian mendekati Nanang yang sedang tertidur. Aku saat itu cuma mendiamkan saja. “ Bukkk !!!” sebuah bogem mentah mendarat di perut Nanang. Nanang sadar, kemudian seketika mereka terlibat perkelahian. Selang infus tercabut dari pergelangan mereka berdua. Darah mengucur pelan di pergelangan tangan mereka. Jual beli pukulan tak terelakkan. Tak pelak lagi aku dan dua perawat IGD berusaha untuk melerainya.
Dengan dibantu satpam IGD, perkelahian ini berhasil dihentikan. Ternyata duel perkelahian di IGD ini adalah duel kedua setelah sebelumnya mereka ketemu dan berkelahi di salah satu gang di kawasan Kelayan Banjarmasin kurang lebih satu jam sebelumnya.
Dari cerita para perawat IGD yang kuketahui beberapa hari kemudian, ternyata beberapa saat setelah si Nanang tiba di IGD, teman-teman yang mengantar Nanang ke IGD itu kemudian segera beranjak keluar dari rumah sakit dan kemudian menuju tempat mangkal Anas. Nanang mungkin bercerita kepada teman-temannya bahwa ia telah kalah berkelahi dengan Anas. Mereka pun akhirnya melakukan penyerangan “balas dendam” terhadap Anas. Anas pun terkapar dan kalah karena dikeroyok. Dan lucunya kedua preman ini bertemu dan berkelahi lagi, tapi di IGD, di rumah sakit yang sama.
“ Lain kali kalau kalian berkelahi dan terluka, tolong jangan dibawa ke rumah sakit sini lagi ya,,bawa ke rumah sakit swasta aja. Capek-capek aku menjahit, kalian malah berkelahi lagi!! “..Spontan aku emosi dan kumarahi kedua preman itu sambil menjahit ulang beberapa jahitan luka diperut yang sempat terlepas. Aku benar-benar jengkel dan ingin rasanya memuntahkan semua masalah yang tengah menumpuk beberapa hari ini. Kantung mataku semakin tebal. Korneaku semakin memerah.
Dokter juga manusia.

Tanah Grogot, 25 Januari 2009, 01.20 WITA

Cheer By Men…

Biasanya cheerlader kan dimana-mana itu yang ikut wanita, tapi Fak. Kedokteran UNLAM Banjarbaru, lomba “gokil” ini pesertanya adalah laki-laki. Lomba Cheer atau Pom-pom (katanya Panitia) diadakan rutin setiap tahun untuk memeriahkan perlombaan dies natalis FK sejak tahun 2004 lalu. Selain bazaar, olahraga, mading, tarik tambang, game online, karaoke, band, masak-masak dll.

Pom-pom kemarin diikuti 4 angkatan kuliah, PPKD 06, 07 dan 08 serta PSKM 07. Kayaknya benar-benar harus bermuka tembok untuk ikut lomba ini…pasalnya lomba ini udah pasti ditonton ratusan penonton dan kostum para tim pesertapun harus gokil-gokil dan lucu. Last, Yang menang kemaren itu PPKD 06.

Tanah Grogot adalah salah satu kota kecil yang termasuk ke dalam wilayah provinsi Kalimantan Timur, Kota ini merupakan ibukota dari Kabupaten Paser. Kota ini dapat ditempuh menggunakan angkutan bus dari Banjarmasin, Kalsel dengan jarak tempuh kurang lebih 10 jam. Biasa bus berangkat pukul 7 mlm dari terminal Pal 6 Banjarmasin dan tiba di grogot pukul 7 pagi.
Adapun jalan-jalan utama di Grogot sangat lebar, bahkan sama lebarnya dengan jalan A. Yani di kota Banjarmasin, namun jumlah kendaraan bermotor baik roda dua maupun roda empat yang melintasi kota Grogot masih relatif sangat sedikit. Anehnya, jumlah kecelakaan lalu lintas yang terjadi setiap hari cukup banyak. Setiap kali saya bertugas di IGD RS. Panglima Sebaya (RSU di Grogot), dalam durasi waktu kerja 6-7 jam, rata-rata saya menerima dan menangani 3 kasus kecelakaan..ada apa ini??? Kurangnya disiplin? atau apa?
tengah_kota-grogot

Dipusat kota Grogot terdapat bebeapa kawasan yang selalu ramai dikunjungi warga dari sore hingga malam hari. Mulai dari siring sungai Kandilo yang terletak di jalan Cut nyak dien. Siring tersebut sangat mirip dengan siring Sungai Martapura yang ada di Banjarmasin, tetapi siring di sini lebih panjang (1 KM), namun airnya juga sama dengan sungai martapura, sama-sama coklat. Panjang sungai Kandilo sendiri mencapai 190 KM, sehingga menjadi salah satu sungai yang terpanjang di Kalimantan Timur, selain sungai Mahakam.
siring-keren
disebelah selatan kota, terletak pusat perbelanjaan terbesar dikota ini, Kandilo Plaza,disebelah kanan kiri gedung ini, terdapat pasar tradisional. Disebelah timur, terletak masjid Agung, masjid terbesar dan kebanggaan masyarakat Grogot. Disebelah barat dari situ terdapat alun-alun kota yang arsitektur bangunannya mirip dengan kubah masjid. Ditempat ini, masyarakat kota, biasanya menggunakannya untuk bermacam-macam kepentingan, baik untuk tempat bersantai, main musik, latihan karate, teater sampai dengan kegiatan pameran.
kandilo_plaza
mesjid-agung-grogottaman-puteri-shaleha_kota
tengah_kota-grogot1igd-p-sebaya
ada lagi tempat bersantai lainnya, yaitu seperti taman putri saleha, yang mirip dengan taman air mancur di Banjarbaru.

Ada yang berminat datang ke Grogot???
Tenang saja, banyak hotel atau tempat penginapan murah disini..
atau nginap di tempat saya saja..di perumahan dokter RSU P. Sebaya,, di jalan Cipto mangunkusumo… gratis!
PAser Buen Kesong !!! ( Paser Berhati Baik)

Dua tahun lalu, sewaktu aku masih koass di Ilmu Jiwa alias Psikiatri, tepatnya di salah satu RS jiwa milik pemerintah di Banjarmasin, aku punya pengalaman lucu. Koass di Jiwa agak beda dengan koass di bagian-bagian lain. Dalam satu bangsal kelas tiga, pasiennya waktu itu jumlahnya sampai 50’an orang. Latar belakang mereka menderita skizoprenia alias gila itu pun bermacam-macam, mulai dari putus cinta, gak lulus ujian, kehilangan uang dan jabatan, gagal naik pangkat, ditolak cinta, pasangan selingkuh sampai dengan gagal menekuni bisnis MLM.
Alkisah, ada pasien bernama Adul, 24 tahun, yang baru beberapa hari tinggal di bangsal kelas tiga. Adul dirawat gara-gara merusak rumah orang-orang disekitarnya bahkan konon sempat membacok tetangganya. Rumahnya sendiri pun kabarnya nyaris dibakarnya. Kalau tidak salah, kata orang-orang yang mengantarnya, si Adul ini stress berat gara-gara melihat istrinya selingkuh dengan tetangganya. Pagar makan tanaman..sungguh kejam!!.. Adul pun kemudian diikat dan dibawa beramai-ramai ke RS Jiwa tersebut. Waktu itu, akulah koass Jiwa yang pertama kali menerima dan memeriksa Adul di IGD. Kata Adul, dia merasa dibisikin seseorang untuk membunuh dan merusak rumah para tetangganya, gilanya lagi sekarang si Adul malah mengaku dirinya sebagai nabi, mulutnya terus teriak-teriak tidak karuan.
Singkat cerita, hari pertama dirawat, Adul dimasukkan ke ruang isolasi, waktu itu butuh perawat beberapa orang untuk mampu membuatnya tenang, selain diikat, Adulpun mendapatkan suntikan penenang. Adul selama empat hari ada di ruangan tersebut, dia belum bisa dilepas untuk bergabung dengan rekan-rekannya yang lain sesama pasien, atau dengan kata lain, kondisi Adul belum kembali normal, masih edan.
Hari ketujuh, Adul sudah mulai membaik, diajak ngobrol sudah mulai nyambung. Dari pemeriksaan dan kelimuan yang kuketahui, Adul sudah saatnya keluar dari kamar isolasi dan bisa bergabung dengan orang-orang “gila” lain yang lebih sedikit “kadar gilanya” atau hampir jinak. Usulku kepada dokter supervisor pun ternyata diterima. Akhirnya hari selasa pagi atau tepatnya hari kedelapan sejak dia dirawat, Adul dibolehkan keluar kamar isolasi. Dia pun bebas bergabung dengan para pasien lain. Tapi, apa yang terjadi kemudian?
Pagi itu hari Senin pukul 07.00 pagi, seperti biasanya aku sudah berangkat dari kos menuju RS. Maklum, jarak kos menuju rumah sakit itu hampir mencapai 4 KM, setidaknya perjalanan pagi itu bakal menempuh waktu 15 menit, itupun jika jalan lagi tidak macet. Dalam perjalanan, sewaktu memasuki kawasan bundaran kayu tangi, aku melihat sosok orang yang kukenal. Hatiku mengatakan orang tersebut mirip Adul, tapi tetap saja kukebut motor ku ke RS, takut telat, karena biasanya ada apel pagi yang dilaksanakan tiap pukul 07.30 di RS tersebut.
Sesampainya di rumah sakit, aku kaget. Betapa tidak, saat itu dua orang perawat jaga di bangsal pasien jiwa kelas 3 tersebut berteriak ke aku. “ Ding, ikam ada meliat si Adul lah di jalan tadi? Adul kabur haratan kami aplusan jaga tadi”?..atau dalam bahasa Indonesianya , ade, kamu lihat Adul nggak? Dia kabur sewaktu kami bertukar shift jaga tadi. Astaga!!.. ternyata seseorang yang kulihat lari tanpa baju di bundaran kayu tangi tadi itu adalah Adul. Spontan kemudian kukatakan bahwa aku melihat sosok seseorang mirip perawakan Adul di Bundaran kayu tangi beberapa menit sebelumnya. Perawat tadi pun sempat kaget,bebrapa saat kemudian dia tersenyum. “ Oh tenang aja, kada usah dikejar gin, lihat saja nanti” katanya sambil meninggalkanku pulang menuju parkiran sepeda motor RS.
Satu hari kemudian berlalu. Sore itu aku dapat piket jaga malam di RS, dan kebetulan jaga bareng sama perawat yang menyadari kaburnya Adul tempo hari. Tepat pukul 20.00 WITA, aku mendengar deru suara mobil ambulan berhenti. Dari tulisan yang tertera, mobil ambulan tersebut berasal dari kota Rantau, Kab. Tapin. Pintu belakang ambulan terbuka, akupun bersiap menerima pasien baru, maklumlah biasanya pasien baru jiwa itu datangnya sore atau malam, jarang ada yang datang pagi atau siang hari. Tampak lelaki diikat, didampingi dua orang perawat. Ya ampun ternyata dia Adul!!!.. “Lho kok bisa kembali?” kataku takjub.
“Terang aja, biasanya pasien yang kabur itu pulangnya pasti ke rumah atau tempat tinggal asalnya, kita tinggal tungguin aja, pasti para keluarganya akan mengantarnya kesini lagi” kata perawat jaga IGD RS tersebut sambil tertawa.
Adul, sial betul nasibmu nak…hahahaha. Jejakmu terlacak. Capek-capek kabur jalan kaki ditambah gak pake baju menempuh Banjarmasin-Rantau sepanjang ± 100 KM, eh ternyata kehadiranmu malah sudah ditunggu di Rantau, untuk diantar ke RS jiwa lagi. Makanya…jangan kabur lagi. Tapi itung-itung olahraga. Huehehe….
Ada komentar?

Setelah selesai ikut yudisium yang diadakan fakultas kedokteran pada tanggal 15 Oktober kemarin, aku resmi “nganggur”. Kerjaan tiap hari cuma makan-tidur-mejeng-tidur-makan-tidur, sambil menikmati euforia lulus jadi dokter. Maklumlah bro, aku ngerasa kuliah udah lama banget, bayangain ya… dari bulan agustus tahun 2000 tempo doeloe sampai akhirnya dinyatakan selesai pertengahan bulan tadi. Gak sempat ngitung lagi berapa jumlah rupiah ikut menguap mulai dari biaya kuliah sampai biaya pacaran. Becanda….

Gak nyangka nich, disaat lagi sibuk-sibuknya ngurusi persiapan dan tetek bengek buat pengambilan sumpah dokter angkatan ke XXXIII, beberapa kegiatan “ekstra” ternyata malah numpuk di akhir bulan ini. Acara sumpah dokter itu ternyata perlu persiapan ekstra, mulai dari sibuk bikin dan ngantar proposal, ngurus undangan, nyiapin gedung, bikin proficiat, mesan plakat buat kenang-kenangan, bikin jas, nyari paduan suara, nyari rohaniawan, nyari cateringan buat makan prasmanan, koordinasi dengan Kadinkes, Dekan, Rektor sampai tukang parkir dll. Ngomongnya aja udah bikin capek.

Aku yang sudah sewindu terakhir bergelut di Tim Bantuan Medis Calamus scriptorius (TBM-Cs) FK, gak bisa “kabur” saat juniorku (mahasiswa/i anggota TBM angkt 2006) meminta bantu-bantu acara untuk jadi instruktur Pelatihan penatalaksanaan kegawatdaruratan yang diadain sekaligus untuk memperingati dies natalis TBM-Cs yang harusnya jatuh pada tanggal 15 September kemarin. (Jadi sesepuh nih ceritanya…)

Oh iya, TBM-Cs itu udah lumayan tua, HUT yang kemarin itu adalah yang ke-13. Eksistensi organisasi TBM-Cs ini sudah terkenal dari tingkat lokal s/d seantero nusantara, TBM-Cs pun udah sering ditulis di media massa lokal, baik karena kegiatan sosial, kesehatan maupun kegiatan hiburan kayak jadi tim kesehatannya konser-konser musik.

Percuma mau ngeles untuk gak ikut kegiatan TBM kemarin. Beruntung dr. Alfi Yasmina, sang pembina TBM-Cs juga ikut turun gunung, ditambah ada juga rekan sejawatku yang mau di sumpah nanti, dr. Hendra Agus Z, dr. Priadinata dan Doni Saputera Sked yang bersedia ngeluangin waktunya bagi-bagi pengalaman.

Akhirnya, jadilah hari minggu tanggal 19 September itu kami jadi instruktur. Peserta yang ikut ternyata macam-macam. Mulai dari rekan-rekan dari Mapala seantero Banjarbaru dan Banjarmasin, rekan-rekan anggota BEM sampe dengan anggota TBM-Cs sendiri. Aku sendiri berangkat ngebut dari Banjarmasin pukul 9 pagi.

Acara dibuka oleh Drs. Eko Suhartono, Msi, Pembantu Dekan III FK sekitar pukul 10 pagi, kemudian dilanjutkan dengan sambutan panitia pelaksana dll sampai singkat cerita pada pemotongan tumpeng oleh ketua TBM Cs, Gusti, mahasiswa PPKD 2006.

Setelah memotong tumpeng, acara pelatihan pun dimulai. Dr. Alfi pun memberikan materi secara panjang lebar tentang pertolongan pertama penatalaksanaan kegawatdaruratan. Setelah itu, sesi selanjutnya adalah simulasi. Nah, saat itu aku dan tiga rekanku mulai beraksi. Awalnya, aku sempat mengalami kesulitan juga saat mengajari mereka, maklumlah karena latar belakang pendidikan para peserta yang berbeda, karena kuliahnya beda-beda fakultas, jadi terpaksa beberapa istilah di bidang kedokteran banyak kuubah menjadi istilah umum supaya mereka mengerti. Mulai dari saat kita menemukan korban, menjaga jalan napas agar tetap stabil, memberikan napas buatan sampai dengan cara evakuasi korban. Alhamdulilah para peserta semuanya tetap antusias.

(dr. Alfi Yasmina saat memberikan simulasi dihadapan audience didampingi para instruktur )

Selepas azan zuhur, acara pelatihan pun berakhir, kami pun makan siang. Setelah itu jadwalnya adalah kegiatan suka-suka dan refreshing. TBM Cs kerjasama dengan Mapala FT (Fak. Teknik). Pokoknya acara kemarin itu seru banget, mulai dari menuruni tower FK yang tingginya hampir 30-an meter, sampai dengan menyeberangi antar gedung FK yang jaraknya ± 50 meter. Gilanya lagi, gedung itu diseberangi itu mulai lantai tiga ke lantai tiga gedung disebelahnya (dari gedung IKM menuju gedung Histologi)

Gila!!, lumayan ngeri juga, kaki sempat gemetaran. Awalnya aku mau gak ikut… tapi… mana nanti harga diriku dihadapan para adek-adek angkatanku?!?.hahaha. Maklum, kita yang sehari-hari kerjaan cuma meriksa pasien dan nulis resep di RS, siang itu harus bergelantungan merasakan menyeberangi gedung. Kayak Batman atau Spiderman aja. Para kawan-kawan Mapala mungkin udah terbiasa, beda dengan kami. Hmm…ternyata kelamaan masang talinya daripada waktu menyeberangnya yang hanya beberapa detik..

Akhirnya, acara berakhir kurang lebih pukul 6 sore. Saat semua orang sudah kecapean dan mulai ngantuk. Acara lumayan sukses, setidaknya dari jumlah audience yang datang, yang konon mencapai delapan puluhan orang, mulai dari para anggota sendiri, senior-senior TBM-Cs sampai banyaknya para undangan dari luar FK.

Acara kemarin juga semakin menunjukkan hebatnya eksistensi TBM-Cs ke dunia luar sebagai salah satu organisasi mahasiswa yang akan terus concern di bidang kesehatan, sosial, hiburan dan kepencintaalaman di tingkat lokal maupun nasional. Met Ultah yang ke -13, TBM-Cs…maju terus!!!

Janji dulu ya.. kalo udah selesai membaca postingan ini, wajib kasih komentar,,

Alkisah, sejak zamannya Fir’aun ngejomblo sampe sekarang udah jelas banget yang namanya rumah sakit, pasti disana banyak banget ditemui orang yang sakit. Ya iyalah, kalo rumah makan, pasti banyak orang yang makan dong?!?., di postingan kali ini saya ingin sedikit bercerita tentang kisah seram di rumah sakit pendidikan kami.

Kisah seram mungkin hampir selalu ada di setiap RS. Ada yang berasal dari kamar jenazah, bangsal pasien, ruangan pertemuan, lift, ruang tunggu di poliklinik sampai dokter yang seram, yang terakhir maksudnya dokter yang sering marah-marah gak jelas sama para koass. huehehe

Kisah ini mungkin awalnya kurang seram, namun setelah beredar dari mouth to mouth (kayak RJP aja) dan ditambah bumbu-bumbu oleh si empunya kisah, jadilah kisah ini semakin hari menjadi tambah seram. Kebenaran dari kisah dibawah ini sendiri gak ada yang berani memastikan. Hmmm… Tahan sebentar bro,

Mungkin sudah akrab banget di telinga kawan-kawan koass tentang beredarnya kisah-kisah seram dari bangsal THT. Yup… Kisah hantu yang sering mengganggu dan lewat di kamar koass THT. Kisah seram ini sudah beredar cukup luas di beberapa angkatan koass. Penulis malah cukup beruntung pernah mewawancarai beberapa koass yang udah jadi dokter serta koass senior yang dulu katanya sih pernah diceritakan atau konon melihat langsung eksistensi para hantu.

Nah, kisah berikut ini bukan untuk menakut-nakuti para adik-adik mahasiswa FK atau malah para koass yang belum stase di bagian THT atau apapun itu, cuma bagi-bagi pengalaman serta memberi sedikit info aja… bahwa di zaman dimana hape udah 3G (baca : teriji) seperti sekarang ini, masih ada aja yang namanya hantu atau spesies-spesies menakutkan lainnya.

Yang unik, petikan kisah-kisah seram ini selalu terjadi waktu koass THT lagi jaga malam di bangsal THT, tepatnya lagi selalu terjadi di kamar koass dengan durasi waktu kemunculan hantu adalah antara pukul 19.30 – 03.00 Wita. Simak bro…

Dr. I, was said “ Saat aku lagi berbaring di kasur. itu waktu aku lagi megang hape mo sms-an, tiba-tiba dari plafon bolong yang ada tepat di atas tempat tidurku… muncul kepala cewe berbaju putih menatapku, aku kaget dan langsung memejamkan mata semalaman sambil berbaring, aku baru membuka mata ketika hari udah pagi”

Dr. J, was said “ waktu aku tidur, aku terbangun gara-gara mendengar suara brankar (ranjang dorong untuk pasien) berbunyi sendiri seperti didorong orang, setelah dilihat, tidak ada orang sama sekali”. Untuk yang hal ini penulis juga mengalami kejadian serupa dua kali, waktu dapat dua kali giliran jaga pas malam jumat jam.

Dr. G, was said “ saat aku membuka lemari baju koass, sesosok mahluk berwajah tengkorak keluar dari lemari pakaian dan terbang menuju plafon bolong yang tempatnya di atas kasur koass”.

Koass S, was said “ tampak bayangan perempuan putih melintas di samping kanan kasur koass, saat aku rebahan di kasur koass”

Dr. D, was said “ aku merasa diinjak seseorang yang melintas waktu aku tidur di kamar koass“

Waktu aku koass di THT, jujur pernah beberapa kali ketemu dgn pasien yang dirawat, namun selalu minta izin sama perawat jaga untuk pulang ke rumah apabila udah malam hari, lucunya saat pagi harinya si pasien udah nongol lagi di kamar perawatannya. Alasan untuk pulang ke rumah sendiri kadang gak jelas. Apa mungkin ini gara-gara si pasien pernah ketemu dgn someone?

Dan banyak cerita lain yang intinya kurang lebih mirip cerita diatas. Gak tau gimana awal kisah, asal muasal atau riwayat hidup atau etiologi kenapa sang hantu tersebut jadi gentayangan. Maklumlah sampai sekarang belum ada satupun koass yang BERANI atau berhasil MENG-ANAMNESISnya.

Tips supaya elo nggak digangguin hantu.

1. Jangan tidur di kamar koass THT. Ini udah pasti, koass yang jaga kadang pindah tidurnya ke kamar pasien, kamar perawat atau kabur tidur ke bangsal lain. Tapi… mana harga diri loe sebagai laki-laki ?!? hehe

2. Minta gantikan jaga malam. Ngabayar koas lain yang lagi gak jaga atau yang lagi bokek, untuk gantikan jaga malam. Untuk hal ini… awas lho kalo elo ketahuan perawat atau dokter. Bisa bahaya. Kalo ketahuan, gak jamin elo bisa jadi dokter alias elo bisa-bisa tetap jadi koass seumur hidup!!!!

3. Bawa banyak teman. Ini untuk menemani tidur waktu elo jaga malam. (kan ceritanya jaga..tapi kok tidur?)

4. Bawa beribadah semalaman suntuk. Ngaji juga boleh..

5. Bawa dan ngonsumsi obat tidur. Dari CTM s/d Diazepam tablet atau malah recofol injeksi. But, jangan dech… ini udah gak benar dan bisa melawan hukum…

6. Pura-pura jadi hantu, kan gak mungkin kalo jeruk makan jeruk?..tapi takutnya ini malah makin konyol. Takutnya elo malah diteriakan maling sama Satpam RS, ditimpuk perawat sama botol infus atau malah jadi ketemu hantu beneran.

Sekian dulu postingan kali ini,,, kalo diterusin kayaknya makin ngaco..

percaya boleh, tapi kalo gak percaya..itu malah kuanjurkan!!!!

Yang jelas tetap semangat yach!!… Jadilah koas yang baik dan belajar tekun, serta selalu menghormati dokter, rekan koas, perawat dan para pasien.

Salam koass!

Ada tanggapan? Atau berbagi pengalaman?

Dengan ini kalian resmi kami nyatakan lulus yudisium dan mulai hari ini kalian berhak menyandang gelar sebagai dokter baru lulusan Fakultas Kedokteran Unlam”….ucap dr. Hasyim Fachir, Sp.S dengan pelan.

Beberapa detik kemudian, setelah suara bapak Dekan FK Unlam tersebut, bergemuruhlah seisi ruang komite medik RSUD Ulin yang besarnya kurang lebih 4×6 meter itu. Suara teriakan, peluk erat, sujud syukur serta tangisan gembira para koass yang dinyatakan lulus tersebut begitu membahana. Tak lama setelah itu, suasana haru mewarnai jabat tangan para dokter baru dengan Dekan beserta seluruh koordinator pendidikan koass di semua bagian. Acara pun berakhir.

-oOo-

Acara yudisium dokter Fakultas Kedokteran Unlam yang diselenggarakan untuk ketiga kalinya dalam tahun 2008 itu kemarin telah berlangsung pada hari rabu, tanggal 15 Oktober 2008. acara yang berlangsung sejak pukul 11.00 WITA di ruang komite medik RSUD Ulin banjarmasin itu benar-benar mendebarkan. Ini terlihat setidaknya dari hampir seluruh raut muka para koass yang ikut yudisium. Wajah-wajah mereka tampak tegang, stress dan seakan-akan tak sabar untuk menunggu pengumuman hasil yudisium. Bahkan, ada-ada saja malah ulah para koass ini sembari menunggu waktu pengumuman, mulai dari menggosip, mendengarkan musik, foto-fotoan, komat-kamit berdoa sendiri, merenung diam atau malah makan di kantin.“ Rasanya lebih tegang ikut yudisium dari pada saat mau nikah dulu” kata Taufik Rahman, salah satu peserta yudisium. Ada-ada aja.

Ending acara yudisium dokter kali ini adalah pada pukul 13.15 WITA, saat dimana satu persatu koass dipanggil masuk ke dalam ruang komite medik dan kemudian disampaikannya hasil kelulusan. Finally, dari 43 orang koass peserta yudisium kali ini, akhirnya sebanyak 21 koass dinyatakan lulus dan berhak menyandang gelar dokter umum, sedangkan 22 orang sisanya belum lulus. Para koass yang belum lulus tersebut diwajibkan terlebih dahulu untuk mengulang di bagian tertentu yang mereka tidak lulus , barulah mereka dapat mengikuti yudisium lagi.

Yudisium dokter selanjutnya menurut salah satu sumber yang tidak mau disebutkan namanya, kemungkinan besar baru akan digelar oleh pihak fakultas pada bulan Februari tahun 2009 mendatang, hal ini konon menyesuaikan dengan jadwal uji kompetensi dokter yang secara nasional kabarnya juga akan dilaksanakan pada bulan tersebut.

Akhirnya saya ucapkan selamat dan sukses kepada para dokter baru lulusan FK Unlam angkatan XXXIII. Untuk para koass yang belum lulus, janganlah berputus asa dan patah semangat… jangan sedih untuk kembali menjadi koass dan memakai jas lab lagi. Yakinlah …. next yudisium is yours !!!

Gak tau disengaja atau tidak untuk bareng-bareng, dalam bulan Ramadan tadi ada beberapa pasangan koass yang melangsungkan pernikahan. Kemudian setelah Ramadan ini konon ada beberapa pasangan koass lagi yang juga tengah bersiap melangsungkan pernikahan.

Seorang wanita dinikahi karena empat hal: (1) Hartanya, (2) nasab (keturunan)-nya, (3) kecantikannya dan (4) agamanya. Maka pilihlah yang taat beragama niscaya kamu akan beruntung.” (HR Bukhari)

Sebaik-baik wanita adalah yang jika engkau melihatnya akan senang, jika engkau memerintahkannya ia akan mentaatimu, jika engkau memberinya maka ia akan berterima kasih dan jika engkau tidak ada di sisinya, maka ia akan menjagamu dan hartamu.” (HR Nasa’i)

Nah, hikmah apa yang dapat diambil dari peristiwa ini?

1. Orang tua kita udah sadar, gak usah ditunda-tunda lagi, kalo kalian udah sama-sama cinta en pengen kawin ya lapor ke ortu,

2. Para koass sadar, usia sudah mulai menua dan kulit sudah mulai keriput. Saat ini adalah kita memasuki usia emas.. Power pun bakal menurun jika ditunda beberapa tahun lagi Disamping itu jika menikah sekarang, kita gak mikirin macam-macam dan nanggung ini itu, nah wong semua biaya pernikahan dll pasti ditanggung ortu kita.

3. Menyadarkan, mengingatkan, memprovokasi dan memberikan tamparan pada teman-teman koass lainnya yang sampai sekarang masih belum menikah…”euy..sudah saatnya, masa udah 25 tahun hanya dipake untuk fungsi ekskresi aja?”

Aku jadi ingat…ada teman cewek (bukan anak koass) yang pacaran dengan koass. Singkat cerita, si cewek kemudian mo ngajakin koass nikah. Si koass malah ngeles melulu, terus alasannya macam-macam.

“sayang, nikahnya waktu habis SKed aja yah, kalau nikah sekarang aku gak bisa, tugas kuliah dan praktikum buannyak banget…” si cewek manggut, dia ngerti kalo tugas kuliah di fak.kedokteran faktanya benar-benar bejibun.

Kemudian setelah SKed, si Koass menunda lagi.

“Sayang, nikahnya ntar dulu yah, aku mau koass dulu, paling cuma dua tahun. Dua tahun itu gak lama kok”. Bujuk si koass lagi.

“ sayang, nikahnya nanti dulu ya…aku belum selesai koass,,,sabar ya paling cuma beberapa bulan lagi kok selesai”.

Sang koass menunda untuk yang ketiga. Pas koass udah selesai, waktu acara pengambilan sumpah dokter, dia ngeles lagi

“ sayang, nikahnya nanti dulu ya, aku mau PTT dulu, tenang beberapa bulan aja kok, setelah aku jadi PNS aja yah”.
Kembali dia menunda.

“Sayang sabar dulu ya, sekarang aku lagi ngumpulin duit buat ngambil spesialis dulu, nanti setelah itu kita menikah”. Untuk kesekian kalinya si dokter ngeles.
Duuuh…jadi kapan dong ngumpulin uangnya bwt nikahin aku ?
Pendidikan Spesialis lamanya kan malah sampe 5 tahun?
PLAK!!!..si dokter ditabok…(kok bunyinya gitu?) ujung-ujungnya si dokter itu diputusin. Tapi 3 minggu setelah peristiwa itu, si dokter akhirnya menikah dengan cewek itu.

Benar-benar happy ending… so sweet!!!

Ada tanggapan?

Akhirnya yudisium itu datang juga,,,tadi siang (23 Sept 08) setelah kami (aku, Bebby dan weiki) menghadap Pembantu Dekan III dengan membawa hasil rapat kawan2 koass beberapa hari sebelumnya, akhirnya disepakati tanggal yudisium dokter yang selanjutnya adalah tanggal 15 Oktober 2008 nanti,.,,ini merupakan suatu keberuntungan, karena pada saat bersamaan pelaksanaan uji kompetensi dokter Indonesia yang sedianya digelar tanggal 15 November mendatang, eh secara nasional malah diundur juga menjadi tanggal 22 November…. Wal hasil, pendaftaran terakhir uji kompetensi yang seyogyanya terakhir tanggal 15 Okt…jadi diundur juga menjadi tanggal 22 Oktober, atau satu bulan sebelum pelaksanaan test…Ini sahih kok,,,soalnya aku tadi baca copy surat resminya pengunduran tanggal uji kompetensi yang udah di fax ke fakultas kita… n then gosip2nya Yudisium selanjutnya setelah oktober ini bakal diadain lagi bulan Februari 2009,wah,,,masih lama buanggeeet…sempat tuh kalo mau kawin…hehehe, btw,ngawini sopo to le”?

So.. buat kawan2 koass yang mo ikut yudisium kali ini…berkas2 paling lambat ditunggu tanggal 6 Oktober,,,tapi lebih cepat malah lebih baik,,soalnya ada libur nasional mulai tanggal 28 Sept-05 Okt nanti…

Syarat2 ikut Yudisium ..

Untuk syarat2 kmu bisa hubungi Pak Hafizi atau ehol di Kampus FK BJB,, pokoknya ya seperti biasa lah,,slip SPP semester genap, surat pengantar dari asisten pembantu dekan, copy izajah SKEd yang teregalisir, copy transkip, pasfoto, bebas POMA sd Okt, bebas minjem di perpus cabang, ngisi formulir dan bayar 10.000,,kalo ada hal2 lain yang bingung..datnag sendiri aja ke kampus FK Banjarbaru..

Mudah2n kita semua yang ikut Yudisium berikut ini bisa lulus,,,

amien.

 

November 2009
M T W T F S S
« Jul    
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  

Klik tertinggi

  • None

Blog Stats

  • 11,607 hits