Benarkah urang banjar itu jorok?
Benarkah urang banjar gemar berkelahi dan tusuk-tusukan?
Benarkah urang banjar suka kebut-kebutan?
Benarkah urang banjar gemar dugem?
Benarkah urang banjar gemar bunuh diri?
Yeah, saya tidak tahu jawaban dari pertanyaan itu, karena mungkin sampai sekarang belum pernah ada orang yang tertarik menelitinya….
Tetapi, setidaknya dari analisa saya sebagai seorang dokter muda… saat saya menjalani pendidikan koass (tahun 2006-2008) di RSUD Ulin Banjarmasin,…sempat terbersit beberapa pertanyaan demikian.

Begini ceritanya…
Di ruang perawatan penyakit Anak rumah sakit, cukup sering ditemui kasus-kasus malnutrisi, diare, thypus dan penyakit-penyakit infeksi lainnya. Kesemuanya mungkin bersumber dari buruknya sanitasi serta kurangnya perhatian dan kasih sayang para orang tua. Kenapa?!?.. Karena kalau anak sudah sakit, siapa lagi yang dapat disalahkan selain orang tua mereka? Merekalah yang memberi nutrisi ke anaknya. Merekalah yang memberikan air minum yang boleh jadi telah tercemar bakteri penyebab diare dan thypus. Pikiran saya pun langsung teringat dengan coklatnya warna air sungai Martapura.
Anak adalah amanah dari Tuhan.
Di ruang perawatan Bedah, cukup banyak pasien yang datang ke IGD dengan keluhan luka tusuk akibat perkelahian. Ada yang bilang tidak afdol rasanya kalau tidak membawa pisau saat berjalan keluar dari rumah. Ada apa ini?!?… Bau alkohol terhirup menyengat hidung saat saya memeriksa pasien. Apa yang terjadi kalau mereka meninggal dalam keadaan mabuk. Naudzubillah…
Dulu, lebih dari tiga kasus kecelakaan bermotor saya temui setiap kali saya jaga malam di IGD. Inikah bukti urang banjar itu kada pemaasian?!? Atau tidak taat peraturan berlalu lintas?!?Senangnya mengebut, berjiwa pembalap atau gemar melanggar lampu lalu lintas?!?..
Saat saya koass di bagian Penyakit Dalam, saya menemukan beberapa kasus keracunan organofosfat (yang sering diminum adalah obat nyamuk bakar), korbannya justru dari kalangan pelajar perempuan SMP, SMA sampai mahasiswa. Saya terhenyak dan prihatin. Sungguh begitu rendahkah kadar iman kekanakan banjar sekarang?. Kok mau bunuh diri. Perhatian abah wan uma sangat perlu dalam mengawasi pergaulan anaknya. Jangan biarkan mereka pulang ke rumah larut malam bahkan hingga dinihari
Last, walaupun jarang, kasus yang tak kalah mengkhawatirkannya adalah kasus overdosis narkoba, dimana korban sebelumnya mengaku tengah asyik dugem.
semua ini pasti hanyalah oknum urang banjar !!!!!..
Akan tetapi, bila para oknum dikumpulkan satu persatu, maka mungkin jumlahnya cukup banyak juga.
Mudah-mudahan postingan ini bisa jadi bahan renungan.
Sungguh,tidak ada maksud saya untuk menggeneralisasi urang banjar. Urang banjar sejatinya dikenal sebagai masyarakat religius yang berbudaya, taat dengan peraturan dan hukum-hukum agama.
Mudah-mudahan kita bisa menjadi lebih baik, taat peraturan dan selalu rajin beribadah. Ayo berubah !!!…
Lantas, apa sih yang bisa kita banggakan dari Banjarmasin?

13 comments
Comments feed for this article
May 12, 2009 at 1:44 pm
andrie callista
saya bangga dengan sampahnya yang melimpah, he…
May 13, 2009 at 12:56 am
Yulian
Itu adalah sebagian kecil dari STEREOTIP urang banjar, yang mungkin saja terjadi di daerah lain di Nusantara ini, kebiasaan ini sebenarnya merupakan budaya orang2 pinggiran kota, peninggalan jaman dulu yang masih teraplikasi hingga saat ini, cuma cara, situasi dan kondisinya saja yang berbeda, kalau dulu air sungai bersih, sekarang sudah tercemar, kalau kebiasaan bawa sajam pada jaman dahulu di peruntukan untuk keamanan diri dari binatang buas, kini berubah fungsi jadi alat untuk melukai sesama manusia hanya karena permasalahan sepele. Benar kata Aulia, kita semua memang harus merenung, namun juga kita harus berusaha meningkatkan mental , iman, dan merubah budaya yang tidak baik itu, minimal buat diri kita sendiri…
May 13, 2009 at 4:56 am
nia
nice posting …
katanya urang banjar tu pangarasan jua jar ..
tp pangarasan itu beda sama kada pamaasian kalo lah? he he he
May 13, 2009 at 11:17 am
kisahdoktermuda
@Andrie : sampah memang melimpah di banjar..mudah2n masyarakat semakin menyadari bahwa banyak penyakit yang dpt terjadi justru dimulai dari sampah yang melimpah.,,,,
@Yulian : Om Yul,makasih sharingnya…memang benar apa yang pian sampaikan…mungkin di daerah lain juga di temukan demikian..
mudh2an angka tusuk-menusuk di BJM skrg sudah jauh berkurang, dibanding tahun 2008 lalu..
menariknya …selama saya bekerja di ruma sakit di Tanah Grogot Kaltim ini,,,
selama 6 bulan saya bekerja, saya baru sekali menemui kasus penusukan yang datang ke IGD ,,itupun yang melakukan bukan orang Paser,,tapi urang banjar jua..oknum lagi..oknum lagi..
@ Nia : mungkin jar pian itu Oknum saja..makasih sharingnya..
May 13, 2009 at 11:23 am
kisahdoktermuda
@ Nia : kalau kada pemaasian itu bandel,,, kalo pengarasan itu gak mau mengalah..kayaknya oknum aja,,hehe
May 13, 2009 at 12:46 pm
andrie callista
blog walking…
May 13, 2009 at 12:47 pm
andrie callista
blog walking… permisi…
May 13, 2009 at 5:37 pm
Wawan
Posting yang sangat menarik, sampai hebatnya kanakn banjar balapannya di atas jembatan, lihat saja jembatan RK ilir ketika sore hari
May 14, 2009 at 5:00 am
syafwan
Liat sampah yang melimpah kok bangga!!!
Saya kira semua itu bermula dari habitual masyarakat yang cendrung malas, pokoknya malas dalam segala hal.
May 19, 2009 at 10:36 am
risma
menurut saya apa yang dokter katakan benar, tapi kayaknya bukan cuma orang banjar banjar deh yah seperti itu.yanng mau saya tanyakan kira -kira apa penyebabnya sebagian oknum orang banjar bisa seperti itu?
May 28, 2009 at 1:04 pm
WQ
aku urang banjar,tapi bukan banjar asli,menyentuh kalsel 1 Juli 2000.tanah kelahiranku balikpapan.perbedaan apa yang kulihat antara balikpapan n banjarmasin???sangat banyak dan boleh dibilang sangat-sangat 180 derajat.secara kasat mata aku setuju sebagian besar masyarakat banjarmasin pangarasan (teserah aja kalo mo dibilang sama atau kada lawan kada pamaasian).
di balikpapan, kalo ada lampu lalu lintas lagi merah, walau ga ada polisi setiap kendaraan pada stop,sedangkan di banjarmasin, mo ada polisi kek, kadada polisi kek, lampu merah=lampu ijo. contoh tentang lalu lintas yang lain, di balikpapan safety riding light on untuk sepeda motor siang hari terlaksana dgn baik, sedangkan sangat sulit dilaksanakan di banjarmasin,padahal tujuannya untuk mengurangi angka kecelakaan. about sampah, yang juga membuat banjarmasin salah satu kota terkotor di Indonesia, juga berbanding terbalik dengan balikpapan, di bppn ada razia buang sampah,jadi yg berani buang sampah sebelum pukul 21.00 selamat ditilang dah, bahkan setiap mobil harus punya tempat sampah,klo ga ditilang juga.
jadi kesimpulannya apa?saya menyimpulkan sebag besar masy. banjarmasin emang sulit mengikuti perubahan, tentunya perubahan ke arah yang baik, wong di RSUD Ulin aja wastafel kamar ganti paramedis buntu gara2 banyak yang buang puntung rokok.
June 9, 2009 at 12:11 pm
anto
ckckckc ada blog pa dokter nih.. salam kenal
July 18, 2009 at 11:27 pm
Midiyatmoko ST
salam kenal untuk pa dokter, semoga sukses kita memajukan puskesmas Piani