RSS

Author Archives: aulia rachman

About aulia rachman

hanya seorang penulis resep..

kata-kata mutiara koass

Cinta pada pandangan pertama itu kaya dispepsia fungsional, kita ga akan percaya hal tersebut ada sampai kita ngalamin sendiri”

“Perasaan cinta itu kaya otitis media, kalau tidak keluar akan jadi demam dan nyeri. Kalau sudah keluar baru rasa nggak nyamannya mereda.”

“Patah hati itu bagaikan partus. Rasanya sangat sakit, tapi tetap saja masih pada penasaran ingin mengalami kedua kalinya.”

“Putusin orang yang brengsek itu kaya ekstraksi kuku, rasanya bakal sakit banget, tapi kalau ngga dibuang hanya akan nyusahin diri sendiri.”

“Kisah cinta yang tidak disetujui keluarga itu bagaikan reaksi host versus graft pada transplantasi. Jangan nekat dipaksakan.”

“Penyebab seseorang jatuh cinta itu kadang seperti FUO. Tiada yang tau penyebabnya, yang penting, diobservasi dan terus difollow-up saja”

“Jangan terlalu anggap serius cinlok, kebanyakan itu bagai infeksi virus, self limiting.”

“Sesungguhnya tiap kisah cinta yang dilewati itu bagaikan infeksi yang dorman. Bila sedang lengah, bisa terjadi infeksi ulang.”

“Pacar yang minta putus sepihak itu bagaikan pasien yang minta pulang paksa. Dia tidak tahu konsekuensi apa yang akan terjadi pada dirinya.”

“Masa2 galau setelah ditinggal pacar itu bagaikan pasien yg mengalami withdrawal syndrome. Walau berat pasti akan terlewati juga.”

COPY pASTE from Koas Racun

http://www.facebook.com/note.php?note_id=142384122545865

 
Leave a comment

Posted by on February 21, 2012 in kisah koass

 

Telah terbit Buku Koass The adventure cetakan II

Image</a

Buku ini bisa didapatkan di Gramedia seluruh jawa dan jakarta,,
harga 25 ribu perak,,, letaknya di rak Kesehatan…
Isi buku ini tentang apa,,baca aja di postingan blog saya sebelumnya,,

Nih linknya http://kisahdoktermuda.wordpress.com/2011/03/12/segera-beredar-buku-karanganku-bersama-dr-fauzan-muttaqien-koass-the-adventurer/

kritik dan saran tentang buku, dapat dikirim ke : doc_aulia@yahoo.com..
trims,,

 
1 Comment

Posted by on January 4, 2012 in kisah koass

 

Hubungan jaga malam dan berat badan koass

Jaga malam merupakan kegiatan yang benar-benar menguras energi, sehingga stamina prima mutlak harus selalu dipersiapkan sebelum jaga. Terkadang dalam seminggu, seorang koass bisa mendapat giliran jaga sampai empat kali, tetapi ini tergantung koass yang bersangkutan lagi stase di Bagian apa. Koass yang lagi stase di Bagian mayor akan mendapatkan frekuensi jaga yang lebih sering.
Nah, apa hubungan antara jaga malam dan berat badan koass?!?. Walaupun belum ada yang meneliti, tetapi kedua variabel ini boleh jadi berhubungan dan berbanding lurus. Ini dapat dilogikakan bahwa saat jaga malam, seorang koass tentunya tidak tidur, padahal saat malam semakin larut, lambung pun kosong, perut terasa lapar, apalagi dengan ditambah banyaknya energi terkuras untuk menulis status, memeriksa pasien dll saat malam itu.
Koass pun mensiasati dan menyadari hal itu. Dia pun kemudian membawa cemilan atau snack untuk mengganjal perut. Jika ini sudah cukup, mungkin tak akan ada perubahan yang signifikan pada seorang koass. Tapi bagaimana dengan koass yang sering “kabur” waktu dinihari? Biasanya “invasi” dilakukan di warung-warung tenda yang lokasinya dekat rumah sakit. Golongan koass inilah yang berat badannya cenderung meningkat sedikit demi sedikit.
Andai mereka dapat giliran jaga empat kali dalam sepekan. Hmm… dapat dibayangkan setelah beberapa bulan kemudian. Entah itu lingkar perut mereka yang semakin membuncit, pipi yang semakin membulat atau lipatan lemak tubuh yang semakin jelas terlihat.
Jangan salah, stress yang sering dialami para koass pun kemungkinan juga berbanding lurus dengan peningkatan berat badan mereka. Ada beberapa koass yang tengah stress mengaku makan lebih banyak dari biasanya, baik itu kualitas maupun kuantitas makanan dibanding hari-hari biasanya saat tidak stress. Boleh percaya atau tidak.
Kalau kalian rajin dan ingin membuktikan, sebelum masuk koass di suatu Bagian, timbanglah badan dan hitunglah berapa lingkar perut kalian, kemudian simpan baik-baik data tersebut. Setelah selesai koass di Bagian tersebut, lakukan hal serupa dan bandingkan data sebelum dan sesudah. Selamat menco

 
2 Comments

Posted by on August 30, 2011 in kisah koass

 

Tags: , , , , ,

Tips Mencari Kos Untuk Koass

Mencari kos yang nyaman itu memang gampang-gampang susah. Secara tidak langsung, kos pun bisa mempengaruhi semua hal dalam hidup kita. Tips berikut sebaiknya bisa dijadikan bahan pertimbangan sebelum para calon koass/koass memilih kos.

1. Dekat dengan rumah sakit.
Ini yang utama, terutama bagi kalian yang suka bangun tidur kesiangan. Semakin dekat lokasi kos kita dengan rumah sakit, maka semakin sedikit kemungkinan kita datang terlambat ke rumah sakit. Seandainya ada barang penting/tugas yang tertinggal di kos dan harus kita butuhkan di rumah sakit saat itu juga, kita bisa pulang sebentar mengambilnya. Saat kita mau ujian koass pun, kita dapat dengan mudah datang ke rumah sakit pada malam harinya untuk melihat kasus-kasus pasien apa yang ada disana.
2. Dekat dengan warung makan
Setiap koass hampir pasti sedikit memiliki waktu santai, apalagi untuk memasak di kos. Nah, Letak kos yang dekat dengan warung makan benar-benar harus dijadikan pertimbangan. Jangan lupa juga, seorang koass itu bakal sering kelelahan. Saat lelah, biasanya kita jadi lapar. Nah, saat pulang dari rumah sakit dan sampai di kos dengan perut yang lapar, kita bisa langsung menuju ke warung tersebut.
3. Dekat dengan kos koass lain
Ini juga penting untuk mencari dan bertukar informasi tentang hal-hal yang berkaitan dengan dunia per”koass”an ke koass lain. Dunia koass selalu dinamis, bila kita tidak sering memantaunya, kita bisa ketinggalan informasi.
4. Aman
Ini penting, karena di zaman sekarang, barang-barang punya koass biasanya hi-tech semua. Mulai dari hand phone, kamera digital, laptop serta gadget-gadget canggih lainnya.
5. Dekat dengan warnet dan Laundry kiloan.
Ini pun cukup krusial, karena tugas-tugas koass biasanya sering mencari jurnal di internet sebagai bahan referensi untuk mengerjakan tugas referat atau lapsus. Jarang koass sanggup nyuci bajunya sendiri dan jas lab, biasa ditumpuk terus sampai seminggu baru di cuci,, Disamping itu, terpikir juga seandainya waktu kita mencuci jas koass dan kemudian menjemurnya, lantas jemuran kita hilang, maka kita tidak bisa jadi koass lagi. Antar ke Laundry aja cuciannya.
6. Tidak tinggal sendiri
Takutnya tidak ada yang membangunkan kamu sewaktu pagi hari, setelah tadi malam begadang karena mengerjakan tugas. Alasan lain, dengan tinggal rame-rame bersama kawan koass yang lain, biasanya suasana lebih berwarna, sehingga bila kita lagi suntuk atau stress sehabis koass, minimal ada teman curhat yang bisa dijadikan tempat berbagi.

 
6 Comments

Posted by on August 4, 2011 in kisah koass

 

Tags: , , , , , , , ,

ada selebritis di gunung

Selasa adalah hari jadwal puskesmas kami untuk melakukan kegiatan pusling, dan selalu saja ada terselip kejadian lucu bin aneh saat kami melaksanakan kegiatan ini.. Kali ini rute yg dilalui adalah desa Batung Kec. Piani,, dimana ada 4 lokasi sulit bakal kami lalui..biasa kami berangkat jam 8 pagi dan baru pulang jam 6 sore.

Singkat cerita saat pusling di salah satu rumah penduduk,, datanglah seorang ibu muda menggendong anaknya kemudian mendatangi ke tempat duduk kami.

” anaknya kenapa Bu?” kataku sambil mendekat ke Ibunya.
” ga tau nih Dok, tiba-tiba saja badannya panas, lantas kulit dan punggungnya penuh dengan benjolan kecil-kecil ” kata Ibu itu sambil membukakan baju anak yg setelah ditimbang oleh ibu Bidan ternyata beratnya 12 kilogram.
Oh, Setelah kuanamnesis dan memeriksa sebentar, balita itu kudiagnosis terkena varicella (cacar air).

” nama anaknya siapa Bu? Aku kemudian mengambil kertas resep dan mau menuliskan resepnya.
” Ridho Rhoma namanya dok”…
Hah,, Ridho?!?…Aku agak kaget..
” Nama suami ibu siapa ?”
” Rhoma Irama”..jawab Ibu tanpa bersalah

Gedubrak!!!!..ternyata maksa banget si bapak dan Ibu memberi nama anaknya Ridho Rhoma.
Sempat termangu, kemudian aku nanya lagi tuh si Ibu.
” Kalo ibu sendiri namanya siapa?” aku berkhayal bahwa nama ibu itu juga salah satu nama istri bang haji.
” saya Ihin”…katanya malu,,
” ah, Ricca Rachim aja deh, kataku maksa.”

***

” Jangan kaget Pak, orang-orang di gunung sekarang lagi ngetrend ngasih nama anak dengan nama-nama selebritis.” kata Ibu Bidan, salah satu tim pusling kami
” Sudah ada nama Mansyur S, Caca handika dan yang terakhir tadi Ridho Rhoma,” canda salah satu perawat.

Didesa sebelah, sudahada Nama Manohara, cinta Laura juga. Bahkan ada nama Henky Kurniawan dan Dewi Perssik.

Hmm…beginilah dampak jika para Ibu sudah keracunan sinetron,.nama anak pun diberi nama selebritis…

Akhir kata, nitip pesan “Save generasi Emak-Emak kita dari Sinetron LEBAY Indonesia..”,

 
3 Comments

Posted by on July 12, 2011 in Jalan-Jalan

 

Tags: , , , , , , , , , , , ,

Saat koass mulai suntuk

Dimarahi, tugas yang belum selesai, gagal ikut ujian atau malah tidak lulus ujian adalah hal-hal yang sering menyebabkan seorang koass menjadi suntuk dan kehilangan semangat hidup. Stress yang dialami setiap koass sebenarnya adalah hal yang biasa, cuma tergantung setiap koass ini memanajemennya. Sejauh mana dirinya mampu mengatasinya atau tidak. Beberapa tips berikut mungkin bisa dicoba seandainya koass sudah mulai suntuk. Read the rest of this entry »

 
6 Comments

Posted by on June 13, 2011 in kisah koass

 

Tags: , , , , , , , , , ,

telah terbit, koass the adventurer,,,

Proyek buku ini sebenarnya sudah lama banget ada di kepala,, bayangkan disimpan di hard disk komputer aja sudah dua tahun,,, entah kenapa beberapa bulan kemarin ada semangat untuk mengapgret dan mengedit serta menulis lagi,,, tema tentang kehidupan koass selalu menarik,, saat kebuntuan, karena naskah ini ditolak salah satu penerbitan, saya ketemu dgn teman lama dr. Fauzan,, dia adek angkatan saya semasa kuliah dulu… akhirnya singkat cerita kami berniat sama-sama menerbitkan buku tentang koass alias dokter muda,,, Read the rest of this entry »

 
26 Comments

Posted by on March 12, 2011 in kisah koass

 

Tags: , , , , ,

Lika Liku Lelaki Panggilan

Lelaki panggilan. Yah, mungkin julukan itu kini tepat diberikan kepadaku sekarang. Kemajuan teknologi kini sudah mengubah perilaku “orang” gunung tempatku PTT sekarang. Pernah kulihat warga menenteng Blackberry waktu aku nongkrong di puskesmas, padahal mereka sendiri tidak terlalu bisa menggunakannya, cuma digunakan untuk menelepon dan SMS. Read the rest of this entry »

 
14 Comments

Posted by on April 8, 2010 in kisah koass

 

Tags: , , , , ,

Traktiran Misterius

Hanya beberapa warung makan yang ada di gunung tempat aku tinggal. Jumlahnya pun masih kurang banyak jika dibandingkan dengan banyaknya jumlah jari di telapak tanganku. Itupun para pemilik warung terkadang membuka dan menutup warung mereka seenaknya. Adakalanya jam enam sore, mereka sudah tutup, dan terkadang mereka baru tutup pukul delapan malam. Bahkan pernah, mereka tidak berjualan selama tiga hari. Read the rest of this entry »

 
5 Comments

Posted by on March 29, 2010 in kisah koass

 

Tags: , , ,

Siapa Mau Beli Anak?

Hari rabu adalah hari jadwal puskesmas keliling/ pusling di tempat kerjaku, puskesmas Piani, sebuah puskesmas yang letaknya berada di daerah sangat terpencil di Kecamatan Piani, kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan. Read the rest of this entry »

 
8 Comments

Posted by on February 6, 2010 in Jalan-Jalan

 

Tags: , , , , ,

Perangkap “nikmat” Oknum Orang Gunung…

Boleh percaya atau tidak. Konon orang gunung pusing memikirkan anak perempuannya apabila mereka telah beranjak dewasa (versi mereka adalah ± 14 tahun) tetapi belum menikah. Read the rest of this entry »

 
11 Comments

Posted by on November 12, 2009 in kisah koass

 

Petualanganku Di Piani

Lama sudah jari-jari tangan ini tidak mengetik postingan di blog. Selain karena kesibukan, jujur saya sempat kesal karena beberapa postingan saya telah diplagiat oleh sebuah blog pribadi beralamat di http//:www.idmgarut.wordpress.com. Rupanya memang tidak enak rasanya karya cipta sendiri dibajak orang lain. Blog tersebut sempat saya peringatkan beberapa kali tapi pemiliknya tetap tak bergeming. Read the rest of this entry »

 
9 Comments

Posted by on July 16, 2009 in Jalan-Jalan

 

Tags: , , , , , ,

Apa yang bisa kita banggakan dari Banjarmasin?

Benarkah urang banjar itu jorok?
Benarkah urang banjar gemar berkelahi dan tusuk-tusukan?
Benarkah urang banjar suka kebut-kebutan?
Benarkah urang banjar gemar dugem?
Benarkah urang banjar gemar bunuh diri? Read the rest of this entry »

 
15 Comments

Posted by on May 12, 2009 in kisah koass

 

Apa yang dapat dilakukan di kamar?

kamar….
bukan hanya tempat untuk sekedar melepaskan pakaian….
bukan sekedar tempat untuk makan, tidur,dan buang air….
bukan sekedar tempat untuk belajar …
bukan sekedar tempat untuk beribadah …
bukan juga tempat yang baik untuk menyimpan helm… Read the rest of this entry »

 
11 Comments

Posted by on April 28, 2009 in Renungan

 

Tags: , , ,

Tanuhi Berdarah

Beberapa waktu yang lalu Tim Bantuan Medis Calamus scriptorius FK UNLAM dengan dibantu oleh KSR dan organisasi-organisasi Mapala di lingkungan UNLAM menggelar kegiatan pengabdian masyarakat berupa sunatan massal. Kegiatan ini juga dimaksudkan sekaligus untuk memeriahkan perayaan Dies natalis “Emas” Universitas lambung mangkurat.
1 Read the rest of this entry »

 
17 Comments

Posted by on March 17, 2009 in Jalan-Jalan

 

Tags: , , , , , , ,

Jalan-Jalan ke Pantai Pondong

Dua hari setelah sepeda motor “Smash” yang dikirim dari Banjarmasin tiba di Tanah Grogot, Jumat kemarin mulailah “keluyuran” mengelilingi tepi kota “Buen Kesong” ini. Pagi itu tujuan saya dan kak Surya adalah ke arah selatan dari kota, tepatnya ke desa Pondong Baru, suatu kawasan yang terletak di pesisir pantai yang hanya berjarak ± 30 menit dari kota. Sepeda motor “nyantai” 60 KM/jam.1-copy Read the rest of this entry »

 
12 Comments

Posted by on March 10, 2009 in Jalan-Jalan

 

Tags: , , ,

Belajar Memaknai Sakit

Kita harus belajar memaknai sakit. Banyak pelajaran yang dapat kita ambil saat berada di rumah sakit, setidaknya dengan melihat banyak pasien kita bisa merenung sesaat.

Sakit itu nikmat ….
Sakit mungkin adalah anugerah Allah SWT untuk menjaga kita. Saat kita sehat, mungkin terlalu banyak waktu yang telah kita buang untuk berbuat dosa serta lupa menyembah-Nya. Dengan diberikannya sakit, kita tidak bisa lagi pergi ke tempat maksiat dan mengerjakan perbuatan keji dan munkar. Read the rest of this entry »

 
17 Comments

Posted by on March 3, 2009 in Renungan

 

Tags: , , , ,

Jalan-Jalan Ke Gua Tengkorak

Gua Tengkorak. Dari namanya terbayang sebuah gua yang bentuknya mirip sebuah tengkorak dan bisa jadi sangat mengerikan. Gua tengkorak merupakan salah satu objek wisata yang ada di Kab. Paser Kalimantan Timur. Dan Senin siang kemarin, tanggal 23 Februari 2009, kami berempat (saya, dr. Surya, dr. Nata dan Ulis) “bertualang” kesana.
Kami berangkat menggunakan mobil dari tanah Grogot sekira pukul 14.30 WITA dan sampai di Desa batu kajang, Kecamatan batu Sopang sekitar pukul 16.00 WITA. Dari tepi jalan raya, mobil masuk lagi ke menuju jalan kecil sejauh 4 Km. Read the rest of this entry »

 
14 Comments

Posted by on February 27, 2009 in Jalan-Jalan

 

Tags: , , , , ,

Menikmati Manisnya Obat Nyamuk Bakar Di Malam Minggu

Setting: ruang IGD RSUD Ulin Banjarmasin, 22.25 WITA, medio Juli 2006

Jaga malam di IGD pada dasarnya memang menyenangkan, kita bertemu dengan para pasien baru setiap harinya. Kejadian menarik, heroik, tragis, memprihatinkan sampai hal-hal lucu dapat terjadi tanpa diduga sebelumnya.
rsulin Read the rest of this entry »

 
16 Comments

Posted by on February 20, 2009 in kisah koass

 

Apa yang anda pikirkan pertama kali ketika melihat foto ini?

Foto ini diambil dari sebuah warung kecil di Jln Cipto Mangunkusumo, tanah Grogot Kab. Paser , Kalimantan Timur. Warung ini punya pak RT, dan lokasinya tepat berada di samping kiri RSU Panglima Sebaya. Mungkin pak RT seharusnya menuliskan “Tamu atau warga baru wajib melapor dalam waktu 2×24 jam”…Bukan digabung dengan tulisan warung dst.
warung-pak-erte
Kenyataannya warung tersebut sangat laris diserbu keluarga pasien. Satu porsi nasi campur dihargai Rp.8000,-.

 
11 Comments

Posted by on February 14, 2009 in kisah koass

 
 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.